Subscribe for Newsletter

Edit Template

Mungkin sering sekali mendengar sebuah konsep ucapan “tak kenal maka tak sayang”, akan tetapi tahu apa tidak sih asal muasal dari konsep ucapan tersebut. Jadi menurut penulis pribadi, konsep ucapan “tak kenal maka tak sayang” muncul dari pemikiran sebuah tokoh psikologi sosial dari Germany, yaitu Erich Fromm. Jadi Erich Fromm pernah menulis sebuah karya buku yang berjudul The Art Of Loving, yang artinya “Seni dalam Mencintai”. Dalam buku tersebut terdapat penjelasan bahwa unsur cinta ada tiga, yang salah satunya adalah knowlegde atau pengetahuan. Dengan penafsiran bahwa, semakin dalam pengetahuan tentangnya, maka semakin dalam pula cinta yang diberikan. Inilah hal menarik yang perlu dibahas bersama-sama.

Dalam naluri cinta dan kasih sayang atau yang disebut Gharizatun Nau, yang dimaksud cinta dan kasih sayang bukan hanya kepada lawan jenis (laki-laki kepada perempuan, begitupun sebaliknya). Akan tetapi cinta dan kasih sayang bisa kepada orang tua, sahabat, organisasi, ataupun yang lain. Penulis pribadi pernah menemukan budaya yang melekat dalam sebuah organisasi, yang disitu peran alumni pengurus sangat erat dalam menjalin hubungan komunikasi dan masih setia dalam mendampingi pengurus organisasi selanjutnya atau pengurus yang baru. Bagaimana mungkin, jika dilihat dari kesibukan alumni sudah bermacam-macam, pun kebanyakan sudah sibuk dalam dunia kerja dan lingkungan sosial masyarakat. Akan tetapi alumni pengurus organisasi masih siap bersedia menyempatkan waktunya untuk sebuah panggilan organisasi yang pernah mereka ikuti.

Disini penulis pernah bertanya langsung kepada alumni pengurus organisasi, setiap pengurus organisasi pasti pernah merasakan keluh kesah selama mereka berproses bersama. Ibaratkan sebuah cuaca ketika sedang panas maupun hujan deras yang tetap mereka terjang, karena sangat cintanya terhadap organisasi yang pernah mereka ikuti. Bahkan selama menjadi mahasiswa, waktu jam perkuliahan bisa jadi tidak teratur, pun tidak lupa pernah begadang sampai tidak tidur untuk melembur persiapan acara. Disitulah rasa yang paling berkesan, narasi perjuangan untuk membesarkan nama sebuah organisasi masih membekas. Begitupun dengan pribadi alumni pengurus organisasi, yang secara tidak sadar ikut bangga karena bisa sampai detik yang dibanggakan, karena sudah memiliki pengalaman dalam berpikir kritis, menjadi kreatif, dan berani menghadapi tantangan dari proses organisasi yang pernah dilalui.

Melihat budaya organisasi seperti itu ternyata banyak sekali kelebihan yang perlu diketahui sebagai mahasiswa organisatoris. Salah satunya adalah distribusi sebuah ide dan gagasan dari alumni pengurus organisasi. Alumni bisa saja dimintai untuk sharing pengalaman selama mereka berkecimpung dalam dunia organisasi. Disitulah yang nantinya akan memperluas dan mempertajam sebuah karya dan inovasi berdasarkan dari evaluasi-evaluasi yang sudah pernah dilalui alumni pengurus organisasi. Tidak lupa relasi pasca sudah tidak menjadi pengurus organisasi juga sangat diperlukan, untuk saling membantu dalam mempersiapkan dunia kerja maupun ranah sosial untuk pemberdayaan masyarakat.

Dari sinilah peran seorang pemimpin organisasi sangat diperlukan untuk menegaskan kembali sebuah budaya yang sudah berjalan dengan baik. Pemimpin organisasi harus bisa menyadarkan bahwa ketika masuk dalam organisasi bukan hanya soal suksesnya kegiatan atau program kerja. Melainkan perlu membangun nilai-nilai kekeluargaan dan tetap menyambung tali silaturahmi dengan para alumni pengurus organisasi. Ekosistem dalam organisasi seperti inilah yang menjadikan proses organisasi menjadi lebih bermakna. Jika Bung Karno pernah berkata “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. Maka sebagai aktivis organisatoris juga perlu menegaskan bahwa, “organisasi yang besar adalah organisasi yang tetap menghargai jasa para alumni pengurusnya”.

Explore Topics

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ethical Dimensions in the Digital Age

The Internet is becoming the town square for the global village of tomorrow.

Most Popular

Explore By Tags

    About Us

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, and pulvinar daHad denoting properly jointure you and occasion directly raillery. In said to of poor full.

    You May Have Missed

    No Posts Found!

    Tags

      © 2024 Created with Royal Elementor Addons